-->
Cara Merubah Adjective dan Noun Menjadi Verb

Cara Merubah Adjective dan Noun Menjadi Verb

Bagaimana cara merubah adjective dan noun menjadi verb?

Cara merubah kata sifat (adjective) dan kata benda (noun) menjadi kata kerja (verb) adalah dengan menambahkan akhiran. Diantara akhiran yang biasa digunakan adalah -ate, -en, -ify, -ise.

Berikut ini adalah contoh-contohnya. Di bawah tiap nomor disertai terjemahan dalam Bahasa Indonesia-nya.

Contohnya pada kata-kata berikut ini:
1. standard --> standardise
standar ==> melakukan standarisasi

2. pollen --> pollinate
serbuk sari ==> melakukan penyerbukan

3. note --> notify
catatan ==> memberitahukan

4. apology --> apologise
permintaan maaf ==> meminta maaf

5. solid --> solidify
kokoh ==> memperkokoh

6. drama --> dramatise
sandiwara ==> menyandiwarakan

7. dead --> deaden
padam ==> memadamkan

8. pure --> purify
murni ==> memurnikan

9. length --> lengthen
panjang ==> memperpanjang

10. medicine --> medicate
obat ==> mengobati

11. elastic --> elasticate
elastis ==> membuat menjadi elastis

Semoga bermanfaat. :)
sumbernya: di sini
Selengkapnya »
Penjelasan dan contoh; apa itu nomina dan pronomina?

Penjelasan dan contoh; apa itu nomina dan pronomina?

NOMINA
Istilah nomina sama dengan noun, yang sering disebut kata benda. Nomina adalah bahasa Indonesia-nya  dari kata noun.
Noun merupakan istilah untuk menyebutkan nama benda, orang, tempat, aktivitas dan lainnya. Secara global, terdapat 4 jenis noun yang perlu diketahui, agar memudahkan kita dalam memahami kalimat.

Selengkapnya »
Penggunaan –s pada Verb berbeda dengan Noun, dalam menyatakan singular dan plural

Penggunaan –s pada Verb berbeda dengan Noun, dalam menyatakan singular dan plural



Warning: pembahasan berikut ini adalah merupakan pedoman praktis bila menemukan suatu kata berakhiran –s. Jadi, cenderung untuk pembelajar level elementary/basic (= newbie J)

Prolog
Jika pada verb, tambahan akhiran –s menyatakan bahwa subjek adalah singular.
Sementara di noun, tambahan akhiran –s menyatakan jumlah yang plural.

-s pada NOUN
Buah apel jika satu, kita katakan an apple, tanpa akhiran –s
Sementara jika lebih dari satu, misal: dua buah apel, maka kita katakan two apples.

Demikian pula untuk contoh lainnya:
>> Toy (= mainan) menyatakan jumlah tunggal, singular. Sementara, toys (= banyak mainan) menyatakan jumlah plural.
>> Mistake (= kesalahan) menyatakan satu kesalahan tunggal, singular. Sementara, mistakes (= banyak kesalahan) menyatakan banyak kesalahan, plural.
Selengkapnya »
Countable and Uncountable Noun, mengapa penting diketahui?

Countable and Uncountable Noun, mengapa penting diketahui?


Mengapa kita perlu mengetahui perbedaan Countable dan Uncountable Noun?

Begini, kalau kita juragan sapi. Ditanya, berapa jumlah sapi yang dimiliki? Maka kita bisa menjawab jumlah sapi yang kita miliki, misalkan empat sapi.
four cows = empat sapi
four cows = empat sapi
Tapi kalau kita sebagai juragan minyak. Ditanya, berapa jumlah minyak yang dimiliki? Maka kita tidak bisa menjawab lima minyak atau enam minyak.
Selengkapnya »
Countable Noun = Kata Benda yang Dapat Dihitung

Countable Noun = Kata Benda yang Dapat Dihitung

Manusia dapat dibeda-bedakan. Misal, menurut kategori jenis kelaminnya. Hanya ada dua jenis: laki-laki dan perempuan.

Benda juga dapat dibedakan dari jenisnya. Menurut kategori jumlahnya, apakah benda tersebut dapat dihitung atau tidak. Dihitung itu begini ”satu, dua, tiga, dst”. Jadi, ada kategori "dapat dihitung" dan "tidak dapat dihitung".

Maksudnya bagaimana?
Begini, “Jari tangan kita ada berapa?” Kita hitung “satu, dua, tiga, empat, lima”. Kita bisa menghitungnya. Jadi, fingers (= jari kita) adalah contoh countable noun (= kata benda yang dapat dihitung).  
Selengkapnya »